Author Archives: penyaircyber

Seminar Internasional Sastra Siber 2017

Seminar yang mengangkat tema “SASTRA SIBER SEBAGAI PEMBAWA PESAN PERDAMAIAN” ini akan dilaksanakan pada hari Jumat, 15 Desember 2017 jam 13.00-17.00 WIB di Aula Faultas Teknik Untirta Cilegon.

Pembicara
1. Prof. Dr. Irwan Abu Bakar, Malaysia
2. Dr. Free Hearty, Indonesia
3. Dr. Victor Pongadev, Rusia
4. Rohani Din, Singapura
5. Mahroso Doloh, Thailand
6. Muhammad Rois Rinaldi, Indonesia

Registrasi:
Umum: Rp50.000
Pelajar: Rp25.000

Segera daftarkan diri Anda. Dapat langsung ke sekretariat Gaksa: Jl. H. Abdullah, No. 62, Link. Citangkil, Kota Cilegon. Atau hubungi para panitia pendaftaran:

0896-1193-8240 (Muamar)
0823-1092-2224 (Hikmat)
0859-2014-2044 (Bu Purwanti)

Boleh juga daftar via online: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfeodVJgtpDsABwohn0OZTk9KsB3tdVBaJo00FJ445mCyzZZQ/viewform

TERBUKA UNTUK SIAPA SAJA. Murid boleh ajak gurunya atau guru boleh ajak murid-muridnya, ibu boleh ajak anak-anaknya, anak boleh ajak ibu dan bapaknya. Teman ajak temannya, temannya teman boleh ajak teman-temannya.

Informasi ini, silakan dibagikan.

Advertisements

Contoh Puisi Kritik Sosial dan Moralitas

Contoh Puisi Kritik Sosial dan Moralitas ini diambil dari blog puisi Nanang Suryadi

MANUSIA MANUSIA TANPA KEPALA 

manusia manusia tanpa kepala berloncatan dari televisi yang penuh tahyul dan dongeng iklan manusia berkulit putih mulus setelah 3 minggu berlulur krim hingga tak dapat dibedakan mimpi dan nyata manusia tak berkepala menyorongkan horor tak menakutkan dari dunia setan arwah gentayangan sundel ke dalam kamarmu yang penuh dengan perselingkuhan sebagai sinetron yang memaparkan kecantikan dan kegantengan dan kemewahan sebagai mimpimu membunuh rasa lapar hingga semangkok mie instan serasa hidangan lezat restoran yang diobrakobrik manusia penghutang yang berjejalan di dompetnya credit card dan berhandphoe terbaru dengan dering lenguhan ranjang hotel-hotel yang menyimpan kematian kesetiaan karena cinta adalah transaksi jual beli sebagai untung rugi di tangan para calo yang tak peduli apa-apa selain berlipat modal berlipat lipat hingga mimpi dapat dibeli hingga angan dapat dicapai gapai hingga tak ada kalimat tak boleh bahkan maling asal kaya dan punya kekuasaan dihormati dipuja-puja sebagai dewa yang menawarkan kesejahteraan bagi rakyat banyak di panggung kampanye yang menipumu dengan janji-janji palsu dan kau tak pernah kapok untuk memilihnya kembali dan menindasmu lagi dan menipumu lagi dan memberaki kepalamu yang kudisan penuh kutu ketombe memimpikan rambut hitam mulus di televisi dengan air liur yang kau telan terus menerus mengimpikan hingga suatu ketika manusia manusia tanpa kepala berloncatan dari dalam televisi dan menyumpal mulutmu dengan kondom rasa rambutan!

Contoh Puisi Kampanye Perdamaian

Contoh Puisi Kampanye Perdamaian ini diambil dari blog Puisi Nanang Suryadi

ADALAH KANAK-KANAKMU
Kanak-kanak berlarian ke ujung cakrawala. Adalah kanak-kanakmu yang memburu harap. Dengan mimpinya yang tumbuh dari dalam kepala. Bersulur-sulur ingin gapai pelangi, bintang, rembulan, matahari dan biru langit. Adalah kanak- kanak yang berlarian telanjang kaki dengan keperihan dalam dada. Menyeru nama ayah ibu. Menyeru masa lalu. Karena compang camping sejarah dijejalkan ke dalam tempurung kepala. Sebagai perca penuh darah dan nanah.
Sebagai kanak-kanak mereka berlari mengejar bayang-bayang. Dalam tatap bengis orang dewasa. Dalam letus senapan. Dalam ledak bom. Mereka berlari memegang ranting zaitun. Menggambar burung merpati di setiap tembok kota.Mereka adalah kanak-kanakmu, menyeru namamu. Merindu negeri jauh itu.

Depok, 16 Desember 2002

Demikianlah contoh Puisi Kampanye Perdamaian, semoga bermanfaat.